Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Januari 2009
Gaza dan Ke-bahlul-an negara arab
Gaza dan Ke-Bahlul-an negara Arab
Pertemuan di Doha, Qatar semalam 16 Januari 2009 yang membahas situasi gaza semakin memperlihatkan perpecahan dinegara-negara Arab. Mesir dan Saudi yang merupakan sekutu amerika memboikot pertemuan itu karena takut dihakimi oleh Iran dan Suriah jg yg lainnya. Pertemuan itu sendiri terlihat hanya seperti event pelepas tanggung jawab moril negara-negara arab bahlul, yang baru berkumpul berbicara tentang situasi gaza setelah korban tewas mencapai 1100 orang lebih. Entah apa yang akan dihasilkan KTT negara arab ini nantinya, tapi tak ada yang optimis melihat lemahnya posisi tawar mereka di timur tengah, apalagi kalau berpikir berperang melawan israel, paling yang setuju hanya Iran, Suriah dan mungkin Jordania.
Ternyata kesamaan agama pun tak cukup membuat penguasa tolol seperti dinasti saud di arab saudi untuk membantu orang2 di gaza, palestina. Bahkan bukan hanya seagama, mereka masih dalam satu ras, arab, yang mereka bangga-banggakan dan merasa superior terhadap ras lain, namun memang mental asli yang berbicara jika sudah dalam keadaan genting seperti ini. Mental kerajaan saudi yang lemah, pengecut dan korup yang telah menjual tanah arab ke amerika demi kelanggengan kekuasaan keluarga saud di arab tidak dapat lagi berbuat apa-apa selain ap yang dikehendaki amerika serikat, atau keluarga saud bisa2 kehilangan tahtanya. Itulah mentalitas pemimpin negara arab yang besar, yang cadangan minyaknya terbesar didunia, yang negaranya dikunjungi jutaan muslim sedunia tiap tahunnya, namun tidak memberikan kemaslahatan apa-apa bagi perkembangan dunia Islam, baik itu ilmu pengetahuan, ekonomi, apalagi teknologi. Raja-raja arab yang bergelimangan harta itu malah terkenal sebagai penjudi di las vegas, dan menghabiskan uangnya untuk kapal pesiar mewah dan wanita-wanita cantik. Wajar saja kalau mereka tidak tanggap dengan krisis saudara satu ras-nya yang sedang dibantai oleh jahudi di gaza. Dinasti saud yang pengikut wahabi itu pun tak pernah menentukan sikap terhadap israel yang menjajah palestina, padahal ia adalah pemimpin negara di arab dimana umat islam seluruh dunia berkiblat kesana. Kenapa kekuasaan keluarga saud yang seperti ini masih terus dibiarkan, sudah saatnya tanah suci dipimpin oleh orang2 yang layak, bukan dari keluarga keturunan yang itu2 saja, yang menjalankan agamanya saja tak bisa dijadikan pedoman. Tingkah laku keluarga2 saud sudah banyak mempermalukan agama Islam sendiri. Karena tidak dapat dilepas bahwa mereka adalah pemimpin arab yang tanah sucinya umat Islam sedunia, tetapi melakukan judi dan Zina seenaknya. Dasar arab bahlul, dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab kekayaan tanah arab bukan milik mereka, itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan dunia Islam bukan kekayaan keluarga mereka.
Seandainya masalah ketamakan mereka bisa dimaklumi, tapi masalah pembelaan terhadap sesama muslim yang dianiaya dan dihina adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Venezuela dan Bolivia telah mengusir duta besar israel dari negara mereka dan memutuskan hubungan diplomatik dengan israel atas tragedi gaza, itu dilakukan bahkan sebelum negara-negara arab bahlul itu berkumpul untuk sekedar membicarakan gaza. Sampai hari ini tidak ada suara kecaman dari arab saudi maupun mesir terhadap agresi israel, yang ada hanya tindakan untuk berlomba2 menunjukkan negaranya lah yang paling berpengaruh di arab dengan menjadi mediator perdamainan, seperti yang dilakukan mesir, mereka bukannya membuka lebar2 perbatasan di Rafah untuk bantuan ke gaza. Sadarkah mereka bahwa rakyat gaza tak dapat lagi menunggu? Mereka tak butuh kata2 lagi mereka butuh tindakan langsung dan nyata, setiap menit nyawa mereka bisa saja hilang, dan kalian arab2 bahlul hanya memperbanyak cerita. Dimana ulama2 mesir yang terkenal itu? Hasil didikan universitas Al Azhar Kairo yang termasyhur sejagat, kenapa kalian tidak angkat bicara? Kenapa kalian tidak mengeluarkan semacam fatwa atau apalah yang mampu membuat warga arab bergerak melawan...ternyata mesir, negara sebesar itu pun terhinakan oleh israel, mereka sudah puas dengan menonton saudaranya diseberang gerbang perbatasan dibombardir meregang nyawa. Pesawat tempur israel pun dengan seenaknya terbang melintasi kawasan udara mesir, dan mesir tak berbuat apa-apa. Hosni mubarak hanya mampu berkoar-koar mencari perhatian dunia mencoba membuat gencatan senjata antara Hamas dan israel.
Konflik ini mengajarkan kita bahwa negara seiman pun bukanlah teman untuk diminta pertolongan, negara dalam konflik internasional seperti ini lebih cenderung ke aliansi yang mempunyai musuh ideologis yang sama, seperti negara-negara anti amerika serikat di amerika latin telah menunjukkan dukungan yang tidak main2 terhadap palestina dengan memutuskan hubungan dengan israel, Iran apalagi, yang tak pernah mengakui eksistensi israel. Sedangkan negara2 boneka amerika seperti saudi dan mesir?????
FREEDOM FOR PALESTINE
VIVA LA CHAVEZ AN MORALES
Salam alaika ya AHMADINEJAD
HAMAS and HIZBULLAH forever
posted by foo
Pertemuan di Doha, Qatar semalam 16 Januari 2009 yang membahas situasi gaza semakin memperlihatkan perpecahan dinegara-negara Arab. Mesir dan Saudi yang merupakan sekutu amerika memboikot pertemuan itu karena takut dihakimi oleh Iran dan Suriah jg yg lainnya. Pertemuan itu sendiri terlihat hanya seperti event pelepas tanggung jawab moril negara-negara arab bahlul, yang baru berkumpul berbicara tentang situasi gaza setelah korban tewas mencapai 1100 orang lebih. Entah apa yang akan dihasilkan KTT negara arab ini nantinya, tapi tak ada yang optimis melihat lemahnya posisi tawar mereka di timur tengah, apalagi kalau berpikir berperang melawan israel, paling yang setuju hanya Iran, Suriah dan mungkin Jordania.
Ternyata kesamaan agama pun tak cukup membuat penguasa tolol seperti dinasti saud di arab saudi untuk membantu orang2 di gaza, palestina. Bahkan bukan hanya seagama, mereka masih dalam satu ras, arab, yang mereka bangga-banggakan dan merasa superior terhadap ras lain, namun memang mental asli yang berbicara jika sudah dalam keadaan genting seperti ini. Mental kerajaan saudi yang lemah, pengecut dan korup yang telah menjual tanah arab ke amerika demi kelanggengan kekuasaan keluarga saud di arab tidak dapat lagi berbuat apa-apa selain ap yang dikehendaki amerika serikat, atau keluarga saud bisa2 kehilangan tahtanya. Itulah mentalitas pemimpin negara arab yang besar, yang cadangan minyaknya terbesar didunia, yang negaranya dikunjungi jutaan muslim sedunia tiap tahunnya, namun tidak memberikan kemaslahatan apa-apa bagi perkembangan dunia Islam, baik itu ilmu pengetahuan, ekonomi, apalagi teknologi. Raja-raja arab yang bergelimangan harta itu malah terkenal sebagai penjudi di las vegas, dan menghabiskan uangnya untuk kapal pesiar mewah dan wanita-wanita cantik. Wajar saja kalau mereka tidak tanggap dengan krisis saudara satu ras-nya yang sedang dibantai oleh jahudi di gaza. Dinasti saud yang pengikut wahabi itu pun tak pernah menentukan sikap terhadap israel yang menjajah palestina, padahal ia adalah pemimpin negara di arab dimana umat islam seluruh dunia berkiblat kesana. Kenapa kekuasaan keluarga saud yang seperti ini masih terus dibiarkan, sudah saatnya tanah suci dipimpin oleh orang2 yang layak, bukan dari keluarga keturunan yang itu2 saja, yang menjalankan agamanya saja tak bisa dijadikan pedoman. Tingkah laku keluarga2 saud sudah banyak mempermalukan agama Islam sendiri. Karena tidak dapat dilepas bahwa mereka adalah pemimpin arab yang tanah sucinya umat Islam sedunia, tetapi melakukan judi dan Zina seenaknya. Dasar arab bahlul, dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebab kekayaan tanah arab bukan milik mereka, itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan dunia Islam bukan kekayaan keluarga mereka.
Seandainya masalah ketamakan mereka bisa dimaklumi, tapi masalah pembelaan terhadap sesama muslim yang dianiaya dan dihina adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Venezuela dan Bolivia telah mengusir duta besar israel dari negara mereka dan memutuskan hubungan diplomatik dengan israel atas tragedi gaza, itu dilakukan bahkan sebelum negara-negara arab bahlul itu berkumpul untuk sekedar membicarakan gaza. Sampai hari ini tidak ada suara kecaman dari arab saudi maupun mesir terhadap agresi israel, yang ada hanya tindakan untuk berlomba2 menunjukkan negaranya lah yang paling berpengaruh di arab dengan menjadi mediator perdamainan, seperti yang dilakukan mesir, mereka bukannya membuka lebar2 perbatasan di Rafah untuk bantuan ke gaza. Sadarkah mereka bahwa rakyat gaza tak dapat lagi menunggu? Mereka tak butuh kata2 lagi mereka butuh tindakan langsung dan nyata, setiap menit nyawa mereka bisa saja hilang, dan kalian arab2 bahlul hanya memperbanyak cerita. Dimana ulama2 mesir yang terkenal itu? Hasil didikan universitas Al Azhar Kairo yang termasyhur sejagat, kenapa kalian tidak angkat bicara? Kenapa kalian tidak mengeluarkan semacam fatwa atau apalah yang mampu membuat warga arab bergerak melawan...ternyata mesir, negara sebesar itu pun terhinakan oleh israel, mereka sudah puas dengan menonton saudaranya diseberang gerbang perbatasan dibombardir meregang nyawa. Pesawat tempur israel pun dengan seenaknya terbang melintasi kawasan udara mesir, dan mesir tak berbuat apa-apa. Hosni mubarak hanya mampu berkoar-koar mencari perhatian dunia mencoba membuat gencatan senjata antara Hamas dan israel.
Konflik ini mengajarkan kita bahwa negara seiman pun bukanlah teman untuk diminta pertolongan, negara dalam konflik internasional seperti ini lebih cenderung ke aliansi yang mempunyai musuh ideologis yang sama, seperti negara-negara anti amerika serikat di amerika latin telah menunjukkan dukungan yang tidak main2 terhadap palestina dengan memutuskan hubungan dengan israel, Iran apalagi, yang tak pernah mengakui eksistensi israel. Sedangkan negara2 boneka amerika seperti saudi dan mesir?????
FREEDOM FOR PALESTINE
VIVA LA CHAVEZ AN MORALES
Salam alaika ya AHMADINEJAD
HAMAS and HIZBULLAH forever
posted by foo
Rabu, 05 November 2008
Fenomena Terakhir Konflik Nuklir Iran dengan Amerika
Oleh : Choky Nasution (Koord.Program FP3SU)
Sebuah negara di Timur Tengah yang letaknya diapit oleh dua belah negara yang mengalami konflik dalam negri (Afghanistan dan Iraq), saat ini sedang menjadi sorotan mata dunia. Banyaknya media baik itu elekronik dan cetak di seluruh negara di belahan dunia ini membahas dan menganalisa tentang apa ang sebenarnya terjadi di negara yang juga sering disebut dengan negara kaum Mullah. Negara yang berpenduduk sekitar 76 juta jiwa ini seakan-akan menjelma sebagai sebuah kekuatan baru dunia. Negara apa yang sebenarnya dimaksudkan ?. Negara mana lagi kalau bukan Republik Islam Iran.
Republik Islam Iran, negara yang dahulu dipimpin oleh seorang diktator boneka Syah Reza Pahlevi berubah menjadi sebuah negara yang mandiri, baik itu mandiri dalam hal politik, ekonomi, dan banyak lagi hal yang lainnya. Kemajuan yang di miliki Iran saat ini tidak bisa terlepas dari sebuah sejarah besar yaitu Revolusi Islam Iran dan sosok Ayatullah Rohullah Khomeini. Pasca Revolusi Islam, negara ini mulai berbenah dan mengembangkan semua hal yang berkaitan dengan Industrialisasi. Perkembangan industri dikembangkan terus menuju arah yang modern. Iran dan pengaruhnya yang besar saat ini di Timur Tengah dan memiliki hubungan baik dengan negara-negara Amerika Selatan (Blok Venezuela, Bolivia dan Nikaragua) diharapkan bisa mengimbangi dominasi negara-negara barat. Tetapi hal ini pula yang menjadi sorotan negara-negara barat saat. Bukan sorotan yang didapat Iran tetapi malah sorotan yang negatif. Iran dituduh melakukan industri pengayaan uranium yang di sinyalir akan dipergunakan untuk membuat senjata nuklir. Amerika Serikat sebagai negara Adidaya yang paling gencar ”menyerang” Iran. Amerika dengan negara-negara sekutunya mendorong badan dunia (PBB) untuk segera Iran mengakhiri produksi uraniumnya.
Sejarahnya, produksi uranium Iran di mulai dari zaman Syah Reza Pahlevi. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mendorong Iran pada waktu itu. Industri uranium di peruntukkan untuk tenaga listrik dan hal ini terus dilakukan sampai dengan masa pemerintahan Mahmoud Ahmaddinejad. Serangan-serangan Amerika Serikat terhadap Iran di tanggapi dengan pernyataan-pernyataan yang resistence oleh Ahmaddinejad. Ahmaddinejad menganggap Amerika Serikat melakukan fitnah besar terhadap Iran. Dalam berbagai pernyataannya Presiden Ahmaddinejad menantang Amerika dan sekutunya untuk membuktikan tuduhan tersebut. Presiden Iran ini juga mengutarakan hal-hal yang tidak menyenagkan buat Amerika Serikat, seperti akan membumi hanguskan Israel dari peta dunia dan akan segera mengakhiri masa kedigdayaan Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia. Konflik ini makin meruncing ketika Amerika Serikat G.W. Bush megatakan bahwa solusi untuk mengakhiri konflik ini tidak tertutup kemungkinan hal yang sama dialami Iraq akan dilakukan terhadap Iran.
Sebuah negara di Timur Tengah yang letaknya diapit oleh dua belah negara yang mengalami konflik dalam negri (Afghanistan dan Iraq), saat ini sedang menjadi sorotan mata dunia. Banyaknya media baik itu elekronik dan cetak di seluruh negara di belahan dunia ini membahas dan menganalisa tentang apa ang sebenarnya terjadi di negara yang juga sering disebut dengan negara kaum Mullah. Negara yang berpenduduk sekitar 76 juta jiwa ini seakan-akan menjelma sebagai sebuah kekuatan baru dunia. Negara apa yang sebenarnya dimaksudkan ?. Negara mana lagi kalau bukan Republik Islam Iran.
Republik Islam Iran, negara yang dahulu dipimpin oleh seorang diktator boneka Syah Reza Pahlevi berubah menjadi sebuah negara yang mandiri, baik itu mandiri dalam hal politik, ekonomi, dan banyak lagi hal yang lainnya. Kemajuan yang di miliki Iran saat ini tidak bisa terlepas dari sebuah sejarah besar yaitu Revolusi Islam Iran dan sosok Ayatullah Rohullah Khomeini. Pasca Revolusi Islam, negara ini mulai berbenah dan mengembangkan semua hal yang berkaitan dengan Industrialisasi. Perkembangan industri dikembangkan terus menuju arah yang modern. Iran dan pengaruhnya yang besar saat ini di Timur Tengah dan memiliki hubungan baik dengan negara-negara Amerika Selatan (Blok Venezuela, Bolivia dan Nikaragua) diharapkan bisa mengimbangi dominasi negara-negara barat. Tetapi hal ini pula yang menjadi sorotan negara-negara barat saat. Bukan sorotan yang didapat Iran tetapi malah sorotan yang negatif. Iran dituduh melakukan industri pengayaan uranium yang di sinyalir akan dipergunakan untuk membuat senjata nuklir. Amerika Serikat sebagai negara Adidaya yang paling gencar ”menyerang” Iran. Amerika dengan negara-negara sekutunya mendorong badan dunia (PBB) untuk segera Iran mengakhiri produksi uraniumnya.
Sejarahnya, produksi uranium Iran di mulai dari zaman Syah Reza Pahlevi. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mendorong Iran pada waktu itu. Industri uranium di peruntukkan untuk tenaga listrik dan hal ini terus dilakukan sampai dengan masa pemerintahan Mahmoud Ahmaddinejad. Serangan-serangan Amerika Serikat terhadap Iran di tanggapi dengan pernyataan-pernyataan yang resistence oleh Ahmaddinejad. Ahmaddinejad menganggap Amerika Serikat melakukan fitnah besar terhadap Iran. Dalam berbagai pernyataannya Presiden Ahmaddinejad menantang Amerika dan sekutunya untuk membuktikan tuduhan tersebut. Presiden Iran ini juga mengutarakan hal-hal yang tidak menyenagkan buat Amerika Serikat, seperti akan membumi hanguskan Israel dari peta dunia dan akan segera mengakhiri masa kedigdayaan Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia. Konflik ini makin meruncing ketika Amerika Serikat G.W. Bush megatakan bahwa solusi untuk mengakhiri konflik ini tidak tertutup kemungkinan hal yang sama dialami Iraq akan dilakukan terhadap Iran.
Langganan:
Postingan (Atom)